BETTA | Berita Tol Tangerang

Wednesday
Jan 07th
  • Login
  • Sign up
    Registration
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
    Name: *
    Username: *
    E-mail: *
    Password: *
    Verify Password: *
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Bazaar Ramadhan 1429 H di Janger Print
Jumat, 31 Oktober 2008 - 15:17:33 \W\I\B

Imagebetta-online.com : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Koperasi Jasa Marga Bhakti I PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Jakarta-Tangerang menyelenggarakan Bazaar Ramadhan yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 September 2008 (hari Kamis-Jumat) yang bertempat di halaman Kantor Cabang Jakarta-Tangerang. Acara ini dimulai dari jam 09.00 pagi sampai dengan jam 17.00 sore.

Jumlah pengisi stan bazaar di hari pertama sebanyak 37 peserta. Para pengisi stan bazaar kali ini tidak dipungut biaya atau gratis. Jumlah peserta tersebut ternyata melebihi jumlah stan yang disediakan oleh panitia yaitu sebanyak 33 stan. Stan-stan yang disediakan oleh Koperasi mempunyai komposisi sebagai berikut : stan bagian Pengumpulan tol, bagian Keuangan, bagian SDM dan Umum, bagian P dan P, Ramp Kebon Jeruk, Meruya, Karang Tengah, Tangerang dan Karawaci, Pondok Ranji, Ikatan Istri Karyawan(IIK), Mitra Binaan Koperasi, Koperasi JMB I, Mitra Binaan PKBL dan Undangan Koperasi JMB I seperti stan Honda, Suzuki dan Yamaha.

            Acara Bazaar ini dibuka langsung oleh Kacab Jakarta-Tangerang, Ir. Hendro Admodjo. Bazaar Ramadhan 1429 H ini diketuai oleh Pepen M.Yusuf. Menurut ketua panitia, “ Pasar murah yang berlangsung selama 2 hari ini sekiranya dapat membawa berkah seperti yang diharapkan bersama yaitu ukhuwah islamiyah, silaturahim dan juga memupuk bakat kewirausahaan karyawan.” Selain itu Andres selaku panitia juga menghimbau, “ diharapkan tidak ada BII (Bank Inang-Inang), maksudnya para penadah voucher yang menerima jual-beli voucher dengan harga tertentu tanpa membuka stan bazaar. Panitia akan mengontrol, apabila ada yang menerima pencairan voucher akan di diskualifikasi atau vouchernya tidak bisa diuangkan.” Lebih lanjut panitia menyampaikan, “ sukses tidaknya acara bazaar ini ditentukan oleh kehadiran dan keaktifan peserta dalam membelanjakan vouchernya.”

            Ketika ditemui oleh Tim Betta, Pepen M.Yusuf menyebutkan,” Terjadi peningkatan kuantitas nilai uang yang diterima karyawan pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Nilai uang yang dikeluarkan oleh Koperasi tahun lalu total per orang untuk karyawan Jasa Marga sebesar 250 ribu rupiah sedangkan sekarang total sebesar 375 ribu rupiah yang terdiri dari paket sembako senilai 50 ribu rupiah, voucher belanja senilai 125 ribu rupiah dan cash sebesar 200 ribu rupiah.Sedangkan untuk Outsorching dan PHL total nilai sebesar 75 ribu rupiah. Selaku pengunjung, Asmanih mengutarakan pendapatnya,” Untuk tahun ini voucher banyak yang dibelanjakan, hampir sebagian besar, tidak seperti tahun-tahun lalu.”

            Menurut ibu Ratu Asmawati yang membuka stan Bandeng dengan omset 3,5 juta mengatakan,” Ternyata bazaar di bulan ini menjadi berkah tersendiri, alhamdullilah laris, syukur kepada Allah yang telah memberikan rejekinya.” Nada yang sama juga terucap dari Anton Stan Krupuk Karang Tengah,” Kita-kita sampai kualahan, pembelinya membludak, sampai kehabisan stok…” Ketika disurvey oleh panitia, Kacang mede Boyolali Pak Edi mengaku omset di hari pertama mencapai 5,5 juta, Paket Ulang Tahun Ibu Yani mendapatkan 4,7 juta Voucher dan 410 ribu cash, stan Honda dengan 18 orang pemesan, stan Coca-cola Ibu Ida mencapai omset kurang lebih 17 juta rupiah untuk voucher, 2 juta cash dan utang koperasi 4 juta.

            Berbeda dengan pendapat ibu Rudi perwakilan dari IIK yang menyediakan gelang kesehatan, sprey dan baju mengatakan,” Mungkin karena udah mepet Lebaran kali ya… jadinya duitnya udah pada abis dibelanjain, jadinya penjualan sepi…., pemasukan ga ada, tekor di ongkos, mendingan jualan di rumah aja...”  Ibu Yati yang berdagang baju anak, baju dewasa dan pulsa menmbahkan,” dari awal, panitia mengatakan supaya voucher tidak boleh dicairin tapi pada kenyataannya banyak yang dicairin, mungkin sistemnya harus diperbaiki, kasihan dengan pedagang yang niat murni berjualan, bukan berdagang sambil membeli voucher baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Tapi untuk lay out stan sudah bagus, ada pemisahan antara stan food dan non food. Ya semoga saja hal ini menjadi pembelajaran bersama, agar di tahun-tahun berikutnya berkembang menjadi lebih baik lagi.”(son)

 

 
< Prev   Next >