|
Untuk pertamakalinya PT Marga Trans Nusantara (MTN) melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pada hari ini, Kamis (9/10).
RUPS yang dipimpin langsung oleh Ir. Slamet Sudrajat , memuat agenda pengukuhan kembali susunan pengurus perseroan PT MTN sebagai berikut ; Ir. Slamet Sudrajat , Msc (Presiden Direktur), Rachmat Soulisa (Wakil Presiden Direktur), dan Ir. Sonhaji Surahman (Direktur). Sementara susunan Dewan Komisaris adalah ; Angky Utarya Tisnadisastra (Presiden Komisaris), dan Ir. Dedi Krisnariawan Sunito (wakil presiden komisaris). RUPS ini dihadiri oleh para pemegang saham PT MTN, dimana sebagai pemegang Hak Pengusahaan Jalan Tol Kunciran-Serpong memiliki komposisi pemegang saham sebagai berikut : PT Jasa Marga (Persero) Tbk 30%, PT Astratel Nusantara 60% dan PT Transutama Arya Sejahtera 10%. Saat ini PT MTN masih menunggu izin dari Menteri untuk melakukan perubahan komposisi pemegang saham, dimana Jasa Marga akan menjadi pemegang saham mayoritas. Hadir pula pada RUPS tersebut, Ir. Adityawarman, Direktur Operasi Jasa Marga, Ir. Firmansjah, Direktur SDM, Okke Merlina, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, dan para pengurus perusahaan pemegang saham. Dalam pengarahan dari pemegang saham kepada manajemen, Angky Utarya (Preskom PT MTN) berpesan agar manajemen dapat menyikapi kondisi perekonomian yang saat ini kurang kondusif dengan positif, dimana manajemen supaya tetap semangat untuk bekerja dan berkarya. Angky menekankan Manajemen untuk menerapkan disiplin bujet yang ketat. “Modal yang telah ada mohon dijaga dan dilakukan pengetatan pengeluaran dana,” titip Angky. Dalam masalah perekrutan SDM dan pembentukan organisasi, baik Frans Sunito, Dirut Jasa Marga, maupun Angky berpesan agar tetap memprioritaskan sdm dari dalam (Jasa Marga,Astra). “Pilihlah karyawan maupun personal yang baik dalam membentuk organisasi. Karena hal ini akan berpengaruh pada perusahaan dimasa mendatang. Jangan Panik Menanggapi kondisi ekonomi yang saat ini tengah memburuk, baik Frans maupun Angky berpesan agar tidak panik melihat kelesuan ekonomi yang mungkin berpengaruh terhadap industri jalan tol. “Pihak perbankan masih tetap komit untuk memberikan likuiditas bagi Industri jalan tol, Apalagi yang membangun Jasa Marga dan Astra,” ujar Frans. Sementara itu Frans berpesan agar Manajemen PT MTN mengambil alih analisa risiko dari Jasa Marga dan segera mengkaji ulang kembali analisa tersebut. Disamping itu Frans juga berpesan agar manajemen PT MTN menguasai secara rinci aturan-aturan pembebasan lahan yang merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jalan tol. “Pertimbangkan kemungkinan menggunakan konsultan pembebasan lahan,” ujar Frans. Manajemen PT MTN juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan bisnis dengan mengacu kepada kriteria GCG. “Kita ini terus dalam proses belajar, dan ambilah yang terbaik dari bidang maupun kompetensi masing-masing,” tambah Frans menutup arahannya.(imaN/Ubai)
|