BETTA | Berita Tol Tangerang

Wednesday
Jan 07th
  • Login
  • Sign up
    Registration
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
    Name: *
    Username: *
    E-mail: *
    Password: *
    Verify Password: *
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
BPJT Dan Departemen PU Siap Dukung Wapres Soal Percepatan Tol Print
Kamis, 25 September 2008 - 09:43:21 \W\I\B

ANTARA (14/9): Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Departemen Pekerjaan Umum (PU) siap mendukung keinginan Wakil Presiden agar pembangunan jalan tol dapat dipercepat dengan menetapkan skala prioritas. Sebagai tindaklanjut Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dan Kepala BPJT, Nurdin Manurung, telah menyiapkan sejumlah agenda seperti penjelasannya saat dihubungi, Minggu.

 

Hermanto mengakan, pemerintah telah menyiapkan pembebasan tanah untuk seluruh ruas yang bagian (seksi) prioritas agar dapat dibangun konstruksinya pada tahun 2008 dengan menyiapkan dana Rp1,4 triliun dari Badan Layanan Umum (BLU). "Prioritas ditujukan untuk seksi (bagian) yang dapat didahulukan untuk dimulainya konstruksi dalam seksi yang sedang dipercepat dan diperkirakan paling awal penuntasan pembebasan tanahnya," ujar dia.

Ruas yang diusulkan mendapat prioritas diantaranya Tol Cikopo - Palimanan, seksi 1 panjang 29.12 kiometer, sedangkan Tol Kanci - Pejagan tanah sudah hampir tuntas (99 persen) serta saat ini sudah memasuki konstruksi, jelas dia. Sedangkan untuk tol Pejagan-Pemalang, Seksi 1 sepanjang 13,64 kilometer, Pemalang - Batang baru mulai prioritas seksi 1 sepanjang 5,27 kilometer, Batang - Semarang seksi 1 sepanjang 4 kilometer, tambah Hermanto. Kemudian tol Semarang-solo, seksi 1, sepanjang 11.2 kilometer, Solo-Mantingan, seksi 2, sepanjang 13.02 kilometer, Mantingan - Kertosono seksi 5 panjang 2,2 kilometer. Kertosono - Mojokerto seksi 1, panjang 16 kilometer, Surabaya - Mojokerto, seksi 1a panjang 2.50 kilometer dan seksi 4 panjang 18,9 kilometer, kata Hermanto merinci.

Dia mengatakan, dengan alokasi dana BLU senilai Rp1,4 triliun dianggap akan mencukupi untuk memenuhi skala prioritas yang sudah ditetapkan. Terkait dengan konstruksi Kepala BPJT, Nurdin Manurung, mengatakan, akan menginstruksikan kepada investor jalan tol secara bersamaan dengan pembebasan tanah dapat melaksanakan tender konstruksi. "Sehingga saat tanah berhasil dibebaskan ditargetkan akhir tahun 2008 semua seksi prioritas bebas sudah dapat memasuki tahap konstruksi karena kontraktornya sudah ditunjuk," ujar dia. Dia berharap seluruh ruas yang seksinya sudah siap sudah memulai konstruksi pada tahun 2009, sampai saat ini baru Tol Kanci - Pejagan dengan investor PT.Semesta Marga Raya milik Kelompok Usaha Bakrie yang sudah memulai konstruksi dengan menunjuk PT.Adhi Karya Tbk sebagai pelaksana. Menurut Nurdin, untuk mempercepat pengadaan tanah, dana diambil dari BLU yang prosedur penggunaannya lebih disederhanakan dengan jaminannya dikaitkan langsung dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). "Ini pola baru karena tidak perlu lagi jaminan bank namun syaratnya investor tidak ingkar (cidera) janji sesuai yang disepakati dalam PPJT," ujar dia.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR-RI dari Fraksi Golkar, Malkan Amin, menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat yang akan diambil Dirjen Bina Marga Departemen PU dengan Kepala BPJT. Dia mengaku, solusi yang disiapkan Dirjen Bina Marga dan Kepala BPJT sudah tepat namun dia minta agar minta dukungan Yudikatif agar di lapangan nantinya tidak menemui kendala. Hal ini karena dalam pembangunan jalan tol pembebasan tanah merupakan faktor resiko yang tidak dapat diduga sehingga untuk memberi kepastian harus diikutkan aparat hukum di dalamnya, ujar dia. Dengan demikian, saat menghadapi gugatan di lapangan tidak perlu khawatir karena di belakangnya sudah ada dukungan hukum, untuk itu sekarang ini yang penting harus ada koordinasi. Malkan mengharapkan, ruas tol yang sudah bebas tanahnya seperti di Kanci - Pejagan dapat menjadi tolak ukur membebaskan ruas tol lainnya. Untuk itu, pejabat pemerintah tidak perlu takut membebaskan ruas tol lainnya. Presiden dan Wakil Presiden ada di belakang untuk mendukung semua resiko, menghadapi ini, investor diminta untuk dapat menangkap peluang untuk melaksanakan percepatan, ujar dia.  (G001)

 
< Prev   Next >